Takalar,Lintassulawesi.com – Ada yang unik dari pembangunan sebuah masjid di SMPN 3 MARBO Desa Cikoang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Pasalnya, pembangunan masjid yang saat ini mencapai 70 persen, diketuai oleh warga Hindu, Wayan S Natha yang di Takalar dikenal dengan nama Wayan Daeng Nai.
Dg Nai dipercaya oleh warga dan para guru untuk mengkoordinir pemangunan masjid karena dianggap memiliki link dan Akses yang bagus. Utamanya untuk mencari donatur.
Wayan Natha daeng Nai, sudah 40 tahun menetap di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan dan menjadi satu-satunya warga Bali (Hindu) di Takalar Namun, semua warga menerima dengan sangat baik.
Bahkan, oleh keluarga Karaeng Polongbangkeng, ia kemudian diberi gelar, Dg. Nai dan dilantik Bupati Takalar saat itu, H. Ibrahim Rewa.
Wayan (Daeng. Nai) sangat membaur dengan masyarakat setempat. Setiap kali ada acara keagamaan seperti puasa, lebaran atau Idul Fitri, ia selalu membaur dan membantu menyukseskan acara.
Bukan hanya itu, di Takalar, Dg. Nai juga ikut melestarikan seni budaya dan olahraga. Ia juga aktif menyumbang di masjid, kemudian panti asuhan dan lainnya.
“Ya, saya bersyukur, bisa membaur dengan warga setempat,” aku Daeng Nai, yang pada 20 Juli 2024 akan diberikan piagam penghargaan dari tokoh oleh lembaga Adat Karaeng Loe Jamarang.
Pemberian penghargaan ini, karena Daeng. Nai, selain pegiat dan cinta seni budaya Makassar dengan memiliki sanggar seni polongbangkeng, juga peduli terhadap lingkungan.
Ia memberikan hak pakai tanahnya 3 are untuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Semua usahanya juga diberi nama-nama Makassar. Seperti media cetaknya Panrannuan Pos, kemudian sekolah tinju Lipang Bajeng Boxing dan tenaga survei Nai komunitas.
“Karena toleransi dan membaur, saya kemudian dipercaya jadi ketua pembangunan Masjid,” ujar Dg. Nai yang saat ini semua keluarganya sudah mendapat tambahan nama (daeng) dengan nama setempat seperti Gusti Ayu Kiyastyani daeng Bunga (isterinya). I Putu Agus Maswinatha daeng Nompo (anak laki-laki) dan Made Ayu Mas Winatha Daeng Intan, (Anak perempuan). Bahkan, Daeng. Intan sempat viral karena ia meskipun beragama Hindu, namun tetap berjilbab saat kuliah kedokteran di UMI Makassar.
Keluarga I Wayan Natha daeng Nai Bukan sekadar menyandang nama tambahan Daeng saja tetapi sudah di lengkapi dengan Sertifikat pengakuan dari pemerintah.
Sebagai pegiat tinju yang memiliki sasana tinju “Lipang Bajeng Boxing”, Dg. Nai pernah menerima penghargaan dari Pertina Sulsel sebagai tokoh pegiat tinju Sulsel. Dengan pembinaan yang massif, Kabupaten Takalar menjadi salah satu gudangnya atlet tinju Sulsel.
(*)