LINTAS SULAWESI
Berita Daerah Kabar Kepulauan Tanimbar

Unjuk Rasa, Warga Lermatan Tolak Harga Tanah Rp14.000/meter di Lokasi Pelabuhan Kilang LNG Blok Masela

Unjuk Rasa, Warga Lermatan Tolak Harga Tanah Rp14.000/meter di Lokasi Pelabuhan Kilang LNG Blok Masela

Lintassulawesi.com, Tanimbar – Warga desa Lermatan, Kecamatan Tanimbar Selatan, melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Selasa (23/11/2021), dalam rangka menolak usulan harga tanah Rp14.000 per meter di lokasi pelabuhan kilang LNG Blok Masela di Tanimbar.

Harga tersebut diusulkan tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) dalam musyawarah bersama perwakilan warga Lermatan di Kantor Pertanahan Kabupaten Kepulauan Tanimbar beberapa waktu lalu.

Wargapun mengancam akan terus menggelar aksi unjuk rasa hingga ada kesepakatan ulang mengenai harga tanah disana.

“Ini (penetapan harga tanah Rp14.000/meter) merupakan tindakan sepihak dan tidak adil oleh tim P2T (Panitia Pengadaan Tanah) dan tim KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik), maka (kami) akan menggelar demo terus menerus sampai dan dengan terjadi kesepakatan,” ujar Moses Kelbulan, salah satu perwakilan masyarakat desa Lermatan saat membacakan tuntutannya.

Harga tanah Rp14.000 per meter oleh Tim P2T, dinilai tidak manusiawi dan merupakan bentuk penghinaan terhadap masyarakat Tanimbar, berhubung hal paling sensitif dalam budaya Tanimbar adalah tanah dan saudara perempuan. Jika tanah sudah dihargai semurah itu maka sama halnya perempuan Tanimbar pun dipandang murah juga.

Disisi lain, dalam pertemuan tim P2T dan perwakilan warga Lermatan di Kantor Pertanahan Saumlaki beberapa waktu lalu, dikabarkan tidak ada musyawarah untuk sebuah kesepakatan, yang terjadi hanyalah penetapan harga tanah sepihak oleh tim P2T sebesar Rp14.000 tersebut tanpa mempertimbangkan kemauan warga.

Hal itu dapat dilihat lewat bentuk pertemuan yang dilakukan secara tertutup dengan hanya melibatkan 3 orang tua warga Lermatan yang sudah lanjut usia (60 tahunan) dan mengalami gangguan fisik (gangguan pendengaran).

Dalam tuntutannya, warga meminta agar musyawarah penentuan harga tanah dilakukan kembali sekaligus melibatkan semua pihak, baik pemilik lahan, seluruh masyarakat desa Lermatan, masyarakat desa terdampak, pemerintah desa dan pemerintah kabupaten.

“Terhadap bentuk ganti rugi kerugian, diadakan musyawarah ulang tim P2T. Harus dan perlu di dampingi karena selama ini tidak pernah didampingi yang terhormat Dominggus Kelbulan dan Ridolof Kelbulan,” lanjut Kelbulan.

Reporter: Marcel Kalkoy
Editor: Sukma Paramita

The post Unjuk Rasa, Warga Lermatan Tolak Harga Tanah Rp14.000/meter di Lokasi Pelabuhan Kilang LNG Blok Masela appeared first on Simpul Rakyat.

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Danny ke 47 Pejabat Baru: Kita Kembalikan Kejayaan Makassar Kembali Mendunia

Sambut HUT ke-63 Kodam VI/Mulawarman, Kodim 1002/HST-Yonif 621/MTG Ziarah di TMP

Pimpin Sertijab Sembilan Pejabat Baru, Ini Pesan Kapolres Luwu