LINTAS SULAWESI
Afrika Dunia Eropa LINE: Berita Pandemi Virus Corona

Uni Eropa Ingin Setop Penerbangan dari Wilayah Selatan Afrika Karena Varian Baru COVID

Uni Eropa Ingin Setop Penerbangan dari Wilayah Selatan Afrika Karena Varian Baru COVID


Presiden Komisi Uni Eropa mengatakan, Jumat (26/11), blok itu sedang mempertimbangkan untuk menghentikan perjalanan udara dari wilayah selatan benua Afrika untuk menghindari penyebaran varian baru COVID-19.

Ursula von der Leyen mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia mengusulkan agar negara-negara anggota Uni Eropa  menjalin koordinasi erat untuk menghentikan perjalanan udara dari wilayah selatan Afrika.

Varian virus corona baru telah terdeteksi di Afrika Selatan yang menurut para ilmuwan mengkhawatirkan karena tingkat mutasinya yang tinggi dan penyebarannya yang cepat di kalangan anak muda di Gauteng, provinsi terpadat di negara itu.

Lonjakan keempat virus corona sangat memukul Uni Eropa. Pemerintah-pemerintah di blok beranggotakan 27 negara itu berlomba untuk memperketat pembatasan dalam upaya menahan penyebarannya. Usulan larangan terbang muncul setelah tindakan serupa diambil Inggris, Kamis.

Inggris mengumumkan bahwa mereka melarang penerbangan dari Afrika Selatan, dan lima negara lain di wilayah selatan Afrika, efektif mulai Jumat siang. Siapa pun yang baru saja tiba dari negara-negara itu akan diminta untuk melakukan tes virus corona.

Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan ada kekhawatiran bahwa varian baru mungkin lebih mudah menular daripada galur delta yang dominan, dan vaksin yang dimiliki Inggris saat ini mungkin kurang efektif  untuk melawannya.

Virus corona berevolusi saat menyebar dan menghasilkan banyak varian baru. Para ilmuwan memantau kemungkinan perubahan yang bisa lebih menular atau mematikan.

Saat ini diidentifikasi sebagai B.1.1.529, varian baru itu juga telah ditemukan di Botswana dan Hong Kong di kalangan para pelancong dari Afrika Selatan.

Kelompok kerja teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan bertemu Jumat untuk mengevaluasi varian baru itu dan kemungkinan akan memutuskan apakah akan memberinya nama dari abjad Yunani. [ab/uh]

 

 

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Vatikan Perbaharui Aplikasi ‘Click to Pray’

AS Desak Pemimpin Militer Sudan agar "Menahan Diri"

Pejabat Irak: Perdana Menteri Selamat dari Percobaan Pembunuhan