LINTAS SULAWESI
Berita

Tak Memenuhi Syarat Produksi, Penjual Madu di Palu Terancam Denda Rp 2 Miliar

lintassulawesi.com – Sebanyak 1.417 botol madu hasil produksi salah satu rumah tangga dari pelaku inisial MR (62) di sebuah rumah kos Jalan Anoa II, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, berhasil diamankan polisi. Madu tersebut disita pihak aparat kepolisian dari Subdit I Indag Ditres kriminal Khusus (Krimsus) Polda Sulteng, pada Rabu (30/12), karena tidak sesuai dengan syarat penjualan. “Kami sita di rumahnya 753 botol madu. Madu produksi dari MR ini berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Penelitian Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu didapat parameter PK HMF hasilnya 889.71 mg/kg, yang seharusnya syarat maksimal 50 mg/kg, sehingga disimpulkan tidak memenuhi syarat,” kata Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto, Senin (11/1). Menurut Didik, dari 753 botol madu yang sebelumnya berhasil disita di rumah kos pelaku, aparat juga telah mengamankan 664 botol di sejumlah toko obat, apotik dan swalayan di Kota Palu yang diduga hasil produksi rumahan dari pelaku MR. “Total yang disita ada 1.417 botol dan turut diamankan juga barang-barang lain seperti bahan campuran pembuatan madu dan perlengkapan mengolah madu lainnya,” katanya. Didik menambahkan, selain mendistribusikan ke toko obat dan apotik, pelaku juga telah mendistribusikan ke swalayan di wilayah Kota Palu. Bahkan, madu olahannya itu telah diproduksi sejak 2 tahun lalu dan wilayah pemasarannya sudah sampai ke wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara. “Dia katakan bahwa madunya mempunyai legalitas dan diproduksi di Makassar, serta melabeli madu produksinya dengan menyebut Madu Tawon Lebah Alam, Madu Alam Lebah Hutan dan Madu Lengkeng Lebah Madu,” ujarnya. Dari perbuatannya itu, pelaku MR setidaknya telah melakukan 3 perbuatan pidana. Pertama, tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etika, keterangan, iklan, atau promosi penjualan barang. Kedua, tidak memiliki ijin usaha pangan olahan. Dan, ketiga, tidak memiliki ijin edar sebagai pelaku usaha pangan. Sehingga, MR sebagaimana Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen diancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar, serta Undang- undang tentang Pangan sebagaimana diubah dalam Undang- undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Sumber : https://kumparan.com/paluposo/tak-memenuhi-syarat-produksi-penjual-madu-di-palu-terancam-denda-rp-2-miliar-1uxSCJgKnZm/full

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Kebut Vaksinasi di Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman Melaunching Mobile Vaksinator

Bagikan Alsintan dan Bibit Pertanian, Ini Harapan Bupati Pangkep

FOTO: 103 Pedagang Pannampu Vaksin Dosis Kedua