LINTAS SULAWESI
Berita HUKUM Kabar Gowa Kabar Makassar Regional

Suwardy Baharu Minta Aparat Penegak Hukum Hadir di Patuku

Suwardy Baharu Minta Aparat Penegak Hukum Hadir di Patuku

Lintassulawesi.com, Makassar – Kasus pengkebirian petani di Indonesia hampir tidak mendekati akhir dari penderitaan, dimana  semakin hari semakin memprihatinkan, apalagi kisah seperti di sudut-sudut desa yang terjadi di Dusun Patuku, dimana daerah itu dapat kita bayangkan yang sangat jauh dari pusat pemerintahan kabupaten Kota Gowa-Sungguminasa.

“Hal ini tentu akan sangat sulit dijangkau oleh aparat penegak hukum, ketika ‘perampokan’ terang-terangan oleh manusia-manusia serakah yang datang untuk mengintimidasi para petani dan atau kelompok Tani di wilayah tersebut,” ujar salah satu Pendiri Forum Komunikasi Lembaga Independen, Suwardy Baharu di Kota Makassar, Selasa (12/10).

Lanjut dikatakan, pemerintah Kabupaten Gowa harusnya mengetahui latar belakang Gerakan Nasional Rehabilitasi hutan dan lahan (GNRHL/Gerhan), yang merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mengatasi kerusakan hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia. Dimana Program Tersebut seharusnya melibatkan banyak pihak yang di mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, LSM, Instansi terkait dan Masyarakat.

Namun, kata Suwardy, tujuan dari Program tersebut dalam rangka merehabilitasi hutan dan lahan salah satunya di Dusun Patuku mungkin belum sepenuhnya dipahami para perangkat desa setempat, dan pada akhirnya petani dan atau masyarakat pelaku program tersebut dapat saja menjadi korban para oknum-oknum yang menginginkan Lahan yang menjadi Objek Gerakan Nasional padahal Lahan yang dimaksud Dalam ruang Program adalah merupakan Tanah Negara.

“Niat tulus pemerintah dalam mencanangkan GNRHL adalah sebagai wujud nyata agar ketergantungan masyarakat selama ini kepada pemerintah dapat teratasi melalui program ini. Sebab Sumber daya alam yang terkandung di Dusun Patuku itu, harus benar-benar dapat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Program GNRHL,” ujar dia.

“Bagaimana mungkin dapat dikatakan warga masyarakat Desa Parigi kecamatan Tinggimoncong itu berhasil jika Pelaksanaan Program GNRHL saja kok, bisa sampai  di Obok-obok oleh Oknum yang tidak jelas darimana asal-usulnya?,” tambah Suwardy.

“Dengan adanya kejadian di Dusun patuku itu, jika tanpa Tindakan tegas dari Aparat Pemerintah kabupaten Gowa, saya kira nantinya akan menimbulkan Persepsi-Persepsi Negatif dari Masyarakat Perkotaan yang selama ini sangat peduli dengan Program Tersebut,” tutup Suwardy.

Laporan: MBR
Editor: Sukma Paramita

The post Suwardy Baharu Minta Aparat Penegak Hukum Hadir di Patuku appeared first on Simpul Rakyat.

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Perempuan Ini Ditemukan Tewas oleh Majikannya, Kepalanya Kejepit Kusen Ventilasi di Atas Pintu Gudang

Residivis Asal Bone Diringkus di Barru Usai Curi Traktor

Jadi Narsum Dalam Dialog dan Nobar Film Gerakan 30 S PKI, Ini Kata Danyon Brimob Bone