LINTAS SULAWESI
Berita Daerah Kabar Papua PENDIDIKAN

Siswa SMK Pariwisata Biak Melakukan Pembelajaran di Lapangan

Siswa SMK Pariwisata Biak Melakukan Pembelajaran di Lapangan

Lintassulawesi.com, Biak -Sejak perubahan nama dari SMK Negeri 1 Biak menjadi SMK Pariwisata Negeri Biak pada tahun 2020 lalu, berbagai terobosan dilakukan oleh kepala sekolah Yesaya Ap terkait infra dan supra struktur, baik tenaga kependidikan dan tenaga structural serta bagaimana memperkenalkan dunia pariwisata Kabupaten Biak Numfor semakin digalakkan.

Bagi Yesaya Ap salah satu dimensi yang berperan penting dalam upaya menjawab krisis ekologi adalah pendidikan, dimana siswa tidak dibebani materi-materi yang bermuatan hafalan atau konsep-konsep teoretik.

Karena itu, upaya memikirkan model pendidikan ekologi yang pas dan menjawab krisis terus-menerus dilakukan dengan berbagai pihak yang peduli pada dunia pendidikan dan dunia kerja.

Usman Ali dan Hydrophonic

Hari itu, Jumat, 10 September 2021, para siswa dari program studi Administrasi Perkantoran dibawah bimbingan Ketua Program studi Parisma Sihite dan Kaprodi Akutansi Wanti bersama para siswa kelas XII mengunjungi kompleks tanaman hydrophonic yang berlokasi di halaman rumah Usman Ali.

Usman Ali salah staf pengajar pada SMK Negeri 1 Pariwisata Biak yang dalam kesibukannya sebagai pengajar di sekolah, setelah pulang mengajar, waktu senggangnya dimanfaatkan untuk mendapatkan uang melalui usaha hydrophonic dengan luas halaman rumah kurang lebih 400 M².

Bersama istrinya tercinta, usaha hydrophonic ditekuninya dan di hadapan wartawan diakui Usman Ali, rata-rata setiap bulannya memperoleh keuntungan Rp7.000.000-8.000.00 setelah dipotong biaya produksi.

Modal Investasi Awal Cukup Besar

Di hadapan para guru dan siswa kelas XII Perkantoran dan Akutansi, Usman Ali menjelaskan, “lokasi penanaman sayur dengan pola hidrophonic tidak membutuhkan areal yang besar. Luas areal usaha hydrophonic hanya 400M2 dengan investasi kurang lebih Rp80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah). Dan jika dihitung secara matematis, maka pengeluaran (expenditure) sampai memperoleh pendapatan dari hasil produksi yang dipasarkan (revenue) membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama dengan perolehan provit yang lumayan menjanjikan.”

Lebih lanjut Usman Ali menjelaskan, jenis usaha rumah tangga di rumahnya lebih dikenal dengan static solution culture atau system budidaya hidroponik dengan air statis yang mana airnya diam dan tidak mengalir, merupakan teknik hidroponik yang akarnya terus menerus tercelup air yang diletakkan pada wadah berisi air larutan nutrien. Sistem ini dapat dilihat pada media tanam seperti ember, toples, plastic, cat ember, bahkan bak air yang kebetulan telah dikosongkan karena telah habis dibeli konsumen.

Hydrophonic adalah salah satu metode dalam budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman. Hidrophonik biasa digunakan untuk mengatasi masalah kekurangan lahan yang semakin tahun semakin sempit.

Kondisi Kabupaten Biak Numfor yang di kenal dengan Kota Karang, sistem hidroponik yang paling tepat untuk model usaha pertanian, sebagai salah satu solusi yang patut dipertimbangkan untuk mengatasi masalah pangan. Semua jenis tanaman bisa ditanam dengan sistem pertanian hidroponik, namun biasanya masyarakat banyak yang menanam tanaman semusim.

Golongan tanaman hortikultura yang biasa ditanam dengan media tersebut, meliputi, tanaman sayur, tanaman buah, tanaman hias, dan tanaman obat–obatan. Sedangkan jenis tanaman yang dapat ditanam dengan sistem hydroponic antara lain bunga (misal: krisan, gerberra, anggrek, kaktus), sayur – sayuran (misal: selada, sawi, tomat, wortel,asparagus, brokoli, cabe, terong), buah – buahan (misal: melon, tomat,mentimun,semangka, strawberi) dan juga umbi – umbian.

Cara bercocok tanam secara hidroponik, menyurut Usman Ali, sebenarnya sudah banyak dipakai oleh beberapa masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tidak terlalu luas. Banyak keuntungan dan manfaat yang dapat diperoleh dari sistem tersebut. Sistem ini dapat menguntungkan dari kualitas dan kuantitas hasil pertaniannya, serta dapat memaksimalkan lahan pertanian yang ada karena tidak membutuhkan lahan yang banyak.

Secara kontekstual didaktik, Usman Ali menjelaskan pengertian Hydroponic secara harfiah berarti Hydro = air, dan phonic = pengerjaan. Sehingga secara umum berarti system budidaya pertanian tanpa menggunakan tanah tetapi menggunakan air yang berisi larutan nutrient.

Budidaya hydroponik biasanya dilaksanakan di dalam rumah kaca atau greenhouse (sambil menunjuk fasilitas pendukung di areal produk tanaman hydrophonic di rumahnya), untuk menjaga supaya pertumbuhan tanaman secara optimal dan benar – benar terlindung dari pengaruh unsur luar seperti hujan, hama penyakit, iklim dan lain–lain.

Keunggulan dari beberapa budidaya dengan menggunakan sistem hydroponic antara lain, kepadatan tanaman per satuan luas dapat dilipatgandakan sehingga menghemat penggunaan lahan, mutu produk seperti bentuk, ukuran, rasa, warna, kebersihan dapat dijamin karena kebutuhan nutrient tanaman dipasok secara terkendali di dalam rumah kaca, tidak tergantung musim/waktu anam dan panen, sehingga dapat diatur sesuai dengan kebutuhan pasar.

Jenis hidroponik dapat dibedakan dari media yang digunakan untuk berdiri tegaknya tanaman. Media tersebut biasanya bebas dari unsur hara (steril), sementara itu pasokan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dialirkan ke dalam media tersebut melalui pipa atau disiramkan secara manual.

Media tanam tersebut dapat berupa kerikil, pasir, gabus, arang, zeolite atau tanpa media agregat (hanya air). Yang paling penting dalam menggunakan media tanam tersebut harus bersih dari hama sehingga tidak menumbuhkan jamur atau penyakit lainnya.

Usman Ali melanjutkan, ada 10 keuntungan Sistem Hidroponik, di antaranya;
1. Keberhasilan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih terjamin.
2. Perawatan lebih praktis dan gangguan hama lebih terkontrol.
3. Pemakaian pupuk lebih hemat.
4. Tanaman yang mati lebih mudah diganti dengan tanaman yang baru.
5. Tidak membutuhkan banyak tenaga kasar karena metode kerja lebih hemat dan memiliki standarisasi.
6. Tanaman dapat tumbuh lebih pesat dan dengan keadaan yang tidak kotor dan rusak.
7. Hasil produksi lebih continue dan lebih tinggi disbanding dengan penanama ditanah.
8. Harga jual hidroponik lebih tinggi dari produk non-hydroponic.
9. Beberapa jenis tanaman dapat dibudidayakan di luar musim.
10. Tidak ada resiko kebanjiran, erosi atau kekeringan.

Dewan Guru dan Siswa Mendapat “Hadiah”

Kurang lebih tiga jam sejak jam 10.00-13.00 Waktu Papua, para guru dan siswa belajar langsung bagaimana proses pembuatan hydrophonic yang dijelaskan Usman Ali, sebagai usaha home industry yang sangat menjanjikan provit bagi peningkatan pendapatan keluarga. Rasa puas dan bangga para siswa mendengar penjelasan gurunya.

Melihat berbagai jenis sayur yang hijau seluas 400M2 para guru dan siswa mulai memanen satu per satu untuk dibawa pulang. Ketika itu, sang guru Usman Ali langsung menyuruh isterinya mengajari cara packing untuk dipasarkan dan masing-masing pun pada antri menunggu dengan sabar sayur yang telah dipetik untuk dipacking. Lumayan, harga pun diberi discount yang sangat murah, sebagai hadiah bagi para guru dan siswa yang sudah meluangkan waktu untuk berkunjungsekaligus belajar ke lokasi hydrophonic-nya.

Penutup

Kata pepatah kuno, “Non Scholae Sed Vitae Discimus,” demikian pembelajaran di sekolah tidak dimaksudkan agar siswa semakin cerdas tanpa kecerdasan itu menjadi bekal bagi kehidupannya kelak. SMK Pariwisata adalah lembaga pendidikan formal yang menggembleng para siswa kelak memiliki ketrampilan khusus yang bermanfaat bagi kehidupan mereka.

Usman Ali bukan seorang ahli pertanian, ia adalah pendidik formal yang tidak link dengan produk hydrophonic yang ditekuni. Namun berkat ketekunannya bersama isteri terkasih sehingga memperoleh keuntungan finansial bagi hidup yang harus dihidupi.

Demikian Usman Ali telah mewujudkan apa yang diharapkan Yesaya Ap, S. Pd selaku Kepala Sekolah SMK Pariwisata Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua.

Penulis: Paulus Laratmase
Reporter: Marcel Kalkoy
Editor: Sukma Paramita

The post Siswa SMK Pariwisata Biak Melakukan Pembelajaran di Lapangan appeared first on Simpul Rakyat.

Related posts

BREAKING NEWS Ganggu Istri Orang di Kamar, Penyandang Disabilitas Tewas di Tangan Ipar

Ingat! Warga Makassar yang Ingin Salat Ied di Karebosi Wajib Taat Prokes

Patroli Yustisi Gabungan Libatkan Pasukan Brimob Bone Bersenjata Lengkap

error: Mauki Apa Ces