LINTAS SULAWESI
Berita

Penolakan Berujung Kematian, Pengamat Ungkap Rumah Sakit Langgar HAM

lintassulawesi.com – Penolakan sejumlah rumah sakit di Kota Makassar terhadap salah seorang ibu hamil asal Bulukumba dinilai telah melakukan pelanggaran kemanusiaan. Mirisnya penolakan tersebut berujung kematian.

Pengamat kebijakan publik Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas), Adnan Nasution menegaskan, penolakan terhadap ibu hamil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun, termasuk pertimbangan soal hasil tidak adanya hasil tes kesehatan Covid-19.

“Tidak ada satupun alasan bahwa dia tidak bisa diterima di rumah sakit, ini orang mau melahirkan dan melahirkan suatu kebutuhan,” kata Adnan, Senin (14/12/2020).

Diketahui penolakan sejumlah rumah sakit itu menimpa Hartina. Ia ditolak dengan berbagai alasan mulai dari tidak memiliki hasil pemeriksaan tes Covid-19 sampai ruang ICU dinyatakan sudah penuh.

“Saya pikir kalau ini sengaja dilakukan oleh pihak rumah sakit maka ini adalah pelanggaran berat terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) karena itu adalah hak asasi pokok, hak asasi dasar seseorang,” tegasnya.

Alasan ibu hamil tidak diterima di sejumlah rumah sakit, kata dia, dapat dicarikan solusi agar tidak berbuntut menghilangkan nyawa dua nyawa.

Misalnya jika tak memiliki hasil pemeriksaan tes kesehatan Covid-19, lanjut Adnan, bisa di tes setelah mendapat penanganan dari rumah sakit.

“Apalagi alasan ICU terbatas, itukan bisa dicarikan solusi karena kalau orang mau melahirkan tidak ada kata menunggu karena ini mendesak,” ujar Adnan.

“Saya pikir ada solusinya yang lain apakah dengan memanggilkan dokter lain atau carikan tempat lain. Di mobil saja biasanya dilakukan penanganan alternatif apalagi kalau sudah tiba di rumah sakit,” pungkasnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar khusus untuk ibu hamil harus dijadikan prioritas dan perlu mendapatkan pelayanan ekstra, seperti menyediakan rumah sakit yang terpisah dengan pasien-pasien lainnya.

“Kalau pun memang mereka (ibu hamil) ini takut berbaur dengan pasien lain, sebaiknya dibuatkan rumah sakit khusus,” tuturnya.

Kendati, ia menambahkan bahwa bagaimanapun, pelayanan harus tetap diberikan kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan.

Sumber : https://fajar.co.id/2020/12/14/penolakan-berujung-kematian-pengamat-ungkap-rumah-sakit-langgar-ham/2/

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Rumah Kontrakan Penulis Muda Sinjai Ini Dibobol Maling, Perhiasan Koleksinya Raib

Pangdam Hasanuddin Berikan Penghargaan kepada Prajurit yang Berprestasi

Dilantik Pagi Tadi, IDP Ucapkan Terima Kasih untuk Para Jomblo, Ada Apa?