LINTAS SULAWESI
Riau Terkini

Pengelolaan Dana BOS di SDN Alue Labu Terkesan "One Man Show" Oleh Oknum Kepsek

Pengelolaan Dana BOS di SDN Alue Labu Terkesan "One Man Show" Oleh Oknum Kepsek

 

RADARISTANA.COM | Nagan Raya –

 Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada SDN Alue Labu Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya diduga dikelola sendiri oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek) alias “One Man Show”, peran Bendahara Sekolah terkesan hanya formalitas.

Semua itu supaya bisa pencairan uang dan teken LPJ supaya memen7hi syarat administrasi, sehingga ditemukan indikasi penyimpangan dan penyalah gunaan wewenang.

Wawancara dilakukan media TabloidMantab.com dengan beberapa guru serta laporan dari beberapa sumber terpercaya diwilayah Tadu Raya, diduga dana BOS Reguler dan BOS Afirmasi disinyalir dikelola tunggal oleh oknum Kepsek bernama Ernawati, S. Pd, sementara pengakuan Bendahara Sekolah dirinya hanya formakitas.

Pengakuan dari para Dewan Guru SDN Alue Labu yang diwawancarai awak media ini mengatakan, kalau dana BOS semua guru tahu disekolah SDN Alue Labu ada, termasuk BOS Afirmasi Rp.60 juta pada tahun 2020.

“Sementara BOS Reguler setiap tahunnya ada untuk sekolah tempat kami bertugas ini. Kalau realisasinya itu urusan Kepsek, kami hanya mengetahui apa yang terlihat saja diadakan dari sumber dana tersebut,” ujar para guru SDN Alue Labu, Selasa (14/9).

Diruang Kantor SDN Alue Labu awak media, para guru menyebutkan realisasi dana BOS Afirmasi seperti, rehabilitasi pagar sekolah, Pengadaan Sumur Bor, Cat 2 Ruang Kelas Belajar (RKB), kami tidak tahu berapa pos alokasi anggarannya diplot.

Sementara untuk dana BOS Reguler beli Tape untuk senam, dispensher, sendok, gelas dan peralatan dapur lainnya, tahap kedua ada beli 1 unit Laptop, dan perbaikan papan nama sekolah.

“Untuk gaji guru Wiyata Bhakti diberikan terkadang cuma Rp.100.000-Rp.150.000 saja, tidak dihitung per bulannya diberikan,” kata mereka, Selasa (14/9).

Sumber lainnya yang namanya enggan disebut oleh awak media ini menjelaskan, kami menduga adanya indikasi dugaan penyimpangan serta penyalah gunaan wewenang jabatan pengelolaan dana BOS oleh Kepsek SDN Alue Labu Tadu Raya.

“Kami memantau dana BOS Afirmasi Rp.60 juta terkesan sarat penyimpangan serta indikasi dugaan korupsi. Jika mau tahu lebih detilnya, silahkan periksa langsung ke sekolah tersebut,” ungkapnya.

Pengakuan Bendahara sekolah SDN Alue Labu Cut Krati, S. Pdi kepada awak media ini, semua guru disini tahu kalau dirinya tidak mengelola dana BOS Reguler dan dana BOS Afirmasi.

“Kalau diperiksa, silahkan periksa langsung Kepsek Ibu Ernawati, karena saya tidak pegang uang tersebut, semua uang BOS Reguler dan Afirmasi tersebut sama Kepsek. Bahkan bulan Juni yang lalu saya minta mengundurkan diri, tetapi sudah tidak bisa karena namanya sudah di SK kan Bupati dan dikirim ke Banda Aceh,” paparnya, Selasa (14/9).

Kepsek SDN 3 Alue Labu, Ernawati, S. Pd berhasil dikinfirmasi awak media ini berikan keterangan, benar bahwa dana BOS dikelolanya sendiri tanpa menyerahkan kepada Bendaharawan sekolah, waktu itu untuk dana BOS Afirmasi sudah dipenghujung tahun dan perintah Dinas agar segera dihabiskan, Bendahara waktu itu belum Cut Krati, S. Pdi.

“Saya melakukannya sendiri, maklum saja saya perempuan kalang kabut saya urus semuanya sendiri. Mana lagi lokasi dari Jeuram ke Alue Labu kan jauh saya bawa barang yang saya belanjakan,” kata Ernawati, S. Pd, Selasa sore (14/9).

Pengakuan Ernawati, dirinya hanya mendapatkan Rp. 3 juta dari dana BOS Afirmasi tahun 2020 tersebut, karena sudah kasih sana-sini sikit-sikit seorang. Kalau Laptop ada dibeli ini sengaja dibawa tuk ditunjukkan.

“Saya minta tolong agar jangan diangkat masalah ini dan jangan ditayang pemberitaannya, mohon ditutup saja, saya minta tolong kali. Maklum lah kami ini sudah tua dan banyak yang kami tidak mengerti dengan pengelolaan dana, kalau kami laksanakan ada kami laksanakan, kami kan ambil juga sedikit jerih payah capek kami,” pintanya.

Ketua Ikatan Pemuda Nagan Raya (IPNR) Ihsani berikan keterangan terkait indikasi temuan dugaan penyimpangan pengelolaan dana BOS di SDN Alue Labu, katanya apakah dalam Regulasi memang harus Kepsek yang pegang dan simpan uang BOS?

“Untuk apa juga Bendahara di SK kan oleh Bupati? Ini sudah sangat melanggar aturan hukum yang berlaku. Saya menduga masih banyak oknum-oknum Kepsek lainnya juga disinyalir melakukan hal yang sama dalam mengelola dana BOS di Nagan Raya,” jelas Ihsani kepada media Lintassulawesi.com.

Ketua IPNR minta kepada Tim Indonesia Baru Provinsi Aceh agar turun tangan langsung mengawasi dan menertibkan dugaan penyalah gunaan dana BOS di Sekolah-sekolah dan pelakunya diindikasi rata-rata oknum Kepsek.

“Selanjutnya dilaporkan langsung kepada Bapak Presiden Joko Widodo guna dilakukan penindakan *sanksi) sesuai aturan,” harapnya.*

Redaksi    : S Adi P

Related posts

Sinergi TNI-Polri Bagikan Masker Guna Lindungi Warga dari Covid-19

Personil Polsek Rimba Melintang Monitoring Vaksinasi Massal di Puskesmas.

Pengungkapan Kasus Narkoba, Cewek Centil Asal Bogor Ini Mewek Saat Digelandang ke Mako Polsek Panipahan.

error: Mauki Apa Ces