LINTAS SULAWESI
NASIONAL

Pembawa Surat Hasil Rapid Test Antigen Palsu Lolos Pemeriksaan di Bandara Hasanuddin Makassar

lintassulawesi.com – Penumpang pembawa surat keterangan hasil rapid test antigen palsu yang mencatut nama seorang dokter lolos pemeriksaan saat hendak terbang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis (14/1/2021).

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman mengatakan, surat keterangan palsu tersebut dibawa oleh salah seorang penumpang asal Makassar dengan tujuan Kalimantan.

Namun sebelum merapat di Kalimantan, penumpang yang tersebut terlebih dahulu transit di Jakarta.

“Dari hasil penyelidikan pelaku ingin melakukan penerbangan ke luar Sulawesi. surat keterangan ini diperoleh dari sekitar bendara,” kata Iqbal saat diwawancara wartawan di Mapolsek Panakkukang, Senin (2/2/2021).

Iqbal menuturkan, penumpang itu tidak menjalankan prosedur seperti pemeriksaan rapid test antigen maupun swab test sebelum meninggalkan Kota Makassar. 

Namun saat ini polisi belum memeriksa penumpang tersebut karena masih berada di pulau Kalimantan.

Sejauh ini, kata Iqbal, pihaknya sudah memeriksa empat orang saksi untuk menangkap pembuat surat keterangan tersebut.

“surat keterangan yang dimaksud sudah kami amankan yang berkop Puskesmas Pampang. Kita juga sudah ambil keterangan dari pihak puskesmas Pampang dan Otoritas Bandara,” kata Iqbal.

Iqbal mengatakan dari keterangan penumpang yang lolos itu, surat keterangan tersebut dibayarnya dengan harga Rp 200 ribu dan diduga surat keterangan itu didapatkan di sekitar bandara.

“Hasil sementara penyelidikan sementara seperti itu. Pelakunya sudah dalam pengejaran,” tandas dia.

Sebelumnya diberitakan, seorang dokter di Makassar bernama Aulia Recitra (32) melaporkan dugaan pemalsuan surat hasil pemeriksaan rapid test antigen yang dibawa salah satu penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Dokter Aulia saat mendatangi kantor Polsek Panakkukang Makassar mengatakan, namanya dicatut untuk menandatangani hasil surat keterangan rapid test antigen tersebut.

Hal itu diketahuinya setelah temannya mengunggah surat keterangan tersebut di grup Puskesmas Pampang dan menanyakan kepadanya.

Padahal, menurut dokter Puskesmas Pampang ini, tak ada satu pun puskesmas di Kota Makassar diberikan kewenangan untuk mengeluarkan surat rapid test antigen kepada warga.

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Gempa Hari Ini – BMKG Catat Gempa 3.6 M Mengguncang Toribulu, Sulawesi Tengah Dini Hari

Modus Pecah Kaca, Uang Rp 235 Juta Raib Di Gondol Maling

Petani Rumput Laut Ditemukan Tewas Setelah Dua Hari Tenggelam