LINTAS SULAWESI
lifestyle

Pembangunan Waduk Pidekso Wonogiri 90 % Sudah Selesai dan segera diresmian Presiden Jokowi

 

Segera diresmikan Presiden pada Bulan Desember 2021

Lintassulawesi.com.Wonogiri — Bendungan atau Waduk Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri mulai dilakukan penggenangan. Ditargetkan, dalam beberapa bulan ke depan, air sudah memenuhi bendungan.

“111 hari terhitung dari hari ini, nanti waduk sudah penuh secara kajian teknis,” kata Bupati Wonogiri Joko Sutopo, di Waduk Pidekso, Kamis (14/10).

 Disampaikan, penggenangan waduk itu dilakukan dengan menutup pintu conduit. Sehingga diharapkan tampungan air di waduk tersebut dapat segera penuh.

“Dari inforamasi, waduk ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Selasa (21/12). Karena itu, seluruh properti bakal dipersiapkan demi kelancaran peresmian Bendungan Pidekso,” ujar Bupati Wonogiri.

Menurutnya, ada harapan optimis dengan adanya penutupan pintu air tersebut. Seperti, 1.500 hektar lahan pertanian tadah hujan berubah menjadi lahan pertanian irigasi teknis. Lalu waduk juga bisa menjadi konservasi wisata hingga pemanfaatan air baku dengan debit 300 liter per detik dan mereduksi banjir.

“Kami berkomitmen untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Aset itu juga bakal kami jaga supaya bisa meminimalkan terjadinya sedimentasi di Waduk Pidekso nantinya,” jelasnya.
Menurut Bupati, sampai saat ini proses pembangunan Waduk Pidekso sudah mencapai 90 persen.Persoalan ganti rugi lahan nyaris rampung.Tinggal mengurus tanah kas desa yang nantinya juga terendam genangan dan mencari tanah pengganti. Tanah wakaf juga tinggal tahap pembayaran.

“Praktis tidak ada persoalan di ranah sosial. Tinggal fokus di pemanfaatan,” bebernya.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Waduk Pidekso Dony FS mengatakan, pembangunan Waduk Pidekso sudah melewati sertifikasi desain. Pengisian air waduk dan saat waduk akan beroperasi juga melewati sertifikasi operasi waduk.

“Untuk umur bendungan manimal 50 tahun. Tapi itu tergantung banyak dan sedikitnya sedimentasi yang masuk ke dalam waduk. Saat lingkungan bisa dijaga, sedimentasi waduk dijaga, maka umur waduk bisa bertambah panjang,” kata dia.

Selain itu, dia menjelaskan, waduk itu tahan bencana, termasuk gempa megathrust. Peta gempa dari pemerintah pusat juga sudah dipelajari dan diikuti. Bendungan Pidekso juga berjenis urukan batu yang lebih fleksibel sehingga kuat dalam menahan gempa. Berbeda dengan bendungan beton.

“Kalau bendungan beton harus dikaji lebih mendalam lagi karena lebih rigid. Kalau ini bendungannya jenis urukan batu lehih fleksibel, tidak ada masalah dengan gempa.

(Team)

 

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan secara simbolis kartu kepesertaan BPJS Kepada Tenaga Keagamaan

Desa Jatipurwo Jatipuro Siap Jadi Desa Ramah Anak di Karanganyar

Sosialisasi Cara Penanganan Ikan Yang Baik Oleh Pelabuhan Perikanan Bulu