LINTAS SULAWESI
Sulawesi barat Terkini

Pembangunan rumah Kompos di Desa KuajangTerancam Batal,di Duga di Tunggangi Politik

Pembangunan rumah Kompos di Desa KuajangTerancam Batal,di Duga di Tunggangi Politik

 

Polman Lintas sulawesi-

Rumah Kompos sangat dibutuhkan sebagai tempat Pengolahan sapah,apalgi situasi saat sekarang dikabupaten Polman,Penduduk semakin padat,secara otomatis sampah juga semakin Banyak,namun sayang pembangunan rumah kompos di Desa Kuajang Kecatan Binuang,Kabupaten Polman,Sulbar ditolak sejumlah Warga.

Kepala Desa Kuajang,H.Muhammad,ketika dikonfirmasi Lintas sulawesi lewat telpon Kamis,15/09, menjelaskan,Pengusulan angaran pembangunan rumah kompos dilokasi yang telah dihibahkan Tahun 2019,namun anggaran terealisasi Tahun ini,2021.

Tahun 2019,lokasi yang telah di hibahkan belum ada rumah warga ,namun sekarang sudah ada rumah warga dan 27 kapling siap untuk pembangunan rumah warga disekitar lokasi pembangunan rumah kompos.
Setelah warga melihat ada pihak Dinas turun kelokasi untuk melakukan pembangunan Mcnol,Warga berbondong bondong datang dirumah saya,mereka mempertanyakan apa yang mau dibangun dilokasi itu,saya jawab pembangunan tempat sampah(rumah kompos),Warga dengan tegas menolak jika rumah kompos dibangun dilokasi tersebut”,Kata H.Muhammad.

Penolakan warga,lanjut Muhmad,disebabkan kurangnya sosialisasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Warga,dulu pihak DLHK memang perna sosialisasi tetapi setelah rumah kompos mau dibamgun tidak ada sosialisasi ulang,apalagi warga terlanjur menolak”,Jelasnya

warga mengatakan bukan Dinas yang kami kopling tetapi Kepala Desa.karena kepala Desa yang memberikan lokasi,sehingga saya komunikasi kepada pihak Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan,tolong saya dimaklumi karena Desa kuajang dalam waktu dekat akan menggelar Pilkades”,kata H.Muhammad.

Setelah warga menolak pembangunan rumah kompos ditik yang telah disiapkan,kata kades Kuajang,maka saya mencari lokasi ditempat lain,ada yang saya dapat agak jauh dari pemukiman,namun tidak dihibahkan,tetapi ada ganti rugi,tiba tiba saya memdengar informasi  bahwa ada Warga sebagai lawan politik saya yang ingin menghibahkan tanahnya dan melalukan sosialisasi dirumahnya tanpa ada komunikasi kesaya sebagai kepala Desa.

“Lokasi yang ingin dihibahkan adalah milik lawan politik saya,sebahagian warga setuju dan sebahagian pula tidak setuju,apalagi pemilik lokasi itu hingga saat ini belum ada komunikasi kepemerintah Desa”,Jelas H.Muhammad.

Kalau pihak DLHK ingin membangun rumah kompos dilokasi yang ingin dihibahkan lawan politik saya itu,ya silahkan saja tetapi harus melalui prosedur,salahsatu diantaranya lokasi itu harus ada surat hibah,karena saya harus isin dulu kepada pihak tetangga lokasi tersebut”,terang H.Muhammad.

Menanggapi hal tersebut,Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Polman,Ir.Hj.Rahmin,menelaskan,pembangunan rumah kompos di Desa kuajang memang batal dibangun dilokasi yang telah disiapkan,yang dihibahkan oleh kepala Desa Kuajang sendiri,sudah ada akta hibahnya dan itu  yang dikirim ke Kementerian Lingkungan hidup untuk mendapatkan Anggaran,

Namun pada saat mau pembangunan Mcnol,tiba tiba dikopling warga,katanya dekat dari pemukiman,apalagi di Desa Kuajang dekat Pilkades,kalau pembangunan tetap dilnjutkan nanti berdampak buruk pada Pilkades di Desa Kuajang yang akan digelar Bulan November Tahun 2021,Itu sesuai penyampaian kepala Desa ke kami,”kata Ir.Rahmin saat dikonfirmasi diruang kerjanya,Kamis 16/09.

Setelah ada lagi lokasi yang mau dihibahkan oleh salah seorang Warga,tambah Ir.Hj.Rahmin, ada lagi salah seorang Warga yang menyampaikan kepada pemilik lahan,katanya kalau terjadi pembangunan rumah kompos dilokasi yang mau dihibahkan dan apabila ada terjadi gesekan antara Warga dengan Warga maka anda yang akan bertangungjawab”,Tutup Hj.Rahmin.

Bupati Polman,Ir.H.Andi Ibrahim Masdar,saat ditemui di Cape Harmonis ,mengakui jika Pembangunan rumah kompos dilokasi yang telah disiapkan,itu batal,namun kami akan tetap mencari lahan yang lain di Desa Kuajamg agar rumah kompos itu tetap dibangun”,kata Bupati Polman 3 Priode ini.(Syukur).

Related posts

10 Orang Pelanggar Prokes Dihadiahi Sanksi Kutip Sampah di Wilkum Polsek Sinaboi.

PDAM Kayong Utara Janji politik Potensi dianggap "Paket Gagal"

Komisi Pemberantasan Korupsi Di Desak Tangkap Oknum Kata Sandi "Pangeran" Di Batu Bara.

error: Mauki Apa Ces