LINTAS SULAWESI
Kayong utara Terkini

PDAM Kayong Utara Janji politik Potensi dianggap "Paket Gagal"

PDAM Kayong Utara Janji politik Potensi dianggap "Paket Gagal"

 

KAYONG UTARA-KALIMANTAN BARAT.
RADAR ISTANA.COM


Penyediaan air bersih oleh pemerintah daerah Kabupaten Kayong Utara melalui PDAM yang sudah lama direncanakan belum terealisasi sepenuhnya,.
Program air bersih yang merupakan janji politik pasangan Bupati-Wakil Bupati Kayong Utara ini mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak,tak terkecuali dari politisi partai pengusung pasangan kepala daerah terpilih juga turut memberi kritik tajam.

Gus Ibnu Ceha,politisi muda Kayong Utara yang merupakan Sekretaris DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kayong Utara (13/9/21),menuturkan,

“Diakui bahwa progres pengelolaan Air Bersih dibawah UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kayong Utara hingga kini  masih terus berjalan termasuk pembangunan sarana dan prasarana penunjang air bersih masih terus dikerjakan, yang pada akhirnya aset aset ini akan diserahkan dari UPT Air Bersih PUPR Kayong Utara kepada PDAM yang diimpikan.
 Namun lambannya proses ini mengakibatkan mayoritas rumah rumah penduduk Kabupaten Kayong Utara  belum terjangkau pelayanan jaringan air bersih.

Pada tahap selanjutnya akan diangkat jajaran Direksi PDAM yang bertanggung jawab menangani berbagai hal terkait managemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dari menjaga kualitas dan penyediaan airnya, antara kuantitatif dan kualitatif, aspek operasional, keuangan, administrasi dan tentunya menjaga kepuasan pelanggan, belum lagi sumber dan debit air di Kayong Utara yang sering menjadi masalah dan menjadi bahan perdebatan”,ucap beliau

“Kelak keberadaan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Kayong Utara ini mempunyai peran ganda, di satu sisi sebagai perusahaan yang berorientasi ekonomi, yaitu untuk mendapatkan profit atau keuntungan yang dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun di sisi lain juga berorientasi sosial untuk memberikan layanan publik. PDAM sebagai perusahaan menangani aspek operasional, keuangan dan administrasi harus benar benar profesional dan mempunyai komitmen untuk mampu berkembang menjadi perusahaan yang mandiri dan tentunya mendapatkan profit agar tidak menjadi beban berkepanjangan APBD baik melalui modal penyertaan maupun subsidi sepanjang masa”,jelas Gus Ibnu

“Artinya PDAM harus mampu menjaga konsistensi dan selalu inovatif untuk memberi pelayanan kualitas air bersih, menjaga dan mempertahankan bahkan menambah asset, mampu menghasilkan keuntungan melalui Tarif Dasar PDAM sesuai golongan pelanggan, seperti Golongan Sosial, Rumah Tangga, Niaga hingga Industri. Pengelola  juga harus mampu memenuhi dan membayar kewajiban kewajiban, mulai dari gaji dan tunjangan jajaran direksi dan pegawai pegawai PDAM lainnya, termasuk kewajiban kepada pihak ketiga jika ada, mengatur beban biaya dan pengeluaran operasional, dan yang paling penting pengelola harus mampu mempertahankan keberlanjutan pelayanan air bersih untuk kepuasan pelanggan atau konsumen”,kata nya

“Penilaian kinerja dari sisi pelanggan, dinilai dengan kepuasan pelanggan dari kualitas dan ketersediaan air, kemampuan layanan petugas administrasi/ keuangan, tarif air yang terjangkau, kepastian biaya yang dibayar, layanan pelanggan, cepat dan tanggap terhadap keluhan pelanggan serta adanya petugas yang mudah dihubungi.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kayong Utara ditargetkan sudah terbentuk tahun 2021. Kepastian ini disampaikan Bupati Kayong Utara, Citra Duani tepat Satu Tahun lalu pada tanggal 20 Agustus 2020. Saat itu Citra mengatakan, bahwa pembentukan PDAM sedang dipercepat.
Citra juga merencanakan perekrutan untuk mengisi posisi dewan direksi dan badan pemeriksa PDAM.

Bagaimanapun sulitnya proses penyediaan Air Bersih melalui PDAM ini dan  betapa beratnya tugas jajaran direksi PDAM ini kelak, program ini harus segera ditunaikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara sesuai janji janji pasangan ini pada saat kampanye dulu dihadapan masyarakat yang  berharap, lebih tepatnya “terbuai” dan memberi alasan untuk memilih pasangan ini. Jika rencana ini gagal maka masyarakat akan menganggap pasangan ini adalah “Paket Gagal”, dan label ini akan merugikan dan menjadi beban bagi kami sebagai Partai Pengusung, karena namanya “Paket Gagal” itu berpotensi tidak layak dipilih lagi”,pungkas nya

Abdul Khaliq

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Sambangi Lansia Sebatang Kara, Polsek Kubu Berikan Sembako.

Bea Dan Cukai Dumai Sukses Bongkar Sindikat Rokok Ilegal.

Tolak Balak,Warga Batu Gajah Dan Batu Gajah Baru, Sedekah Bersama Tepi Sungai