LINTAS SULAWESI
Berita Daerah Majene sulbar

Musrembang Desa Tallambalao Masyarakat Mulai Jenuh

Musrembang  Desa Tallambalao  Masyarakat Mulai Jenuh

Majene Jelajahpos.Com pelaksanaan Musrembang pada tingkat Desa Tallanbalao kecamatan Tamerod’o Kabupaten Majene Sulawesi Barat Untuk anggaran

tahun 2022,sebagai wahana penyusunan program untuk bisa terealisasi, namun di kalangan masyarakat sepertinya mulai jenuh untuk hadir pada setiap kegiatan musrembang, masalahnya kadang usulan mereka tidak terakomodir setiap tahun anggaran.

Kepala Desa Tallanbalao Baharuddin, dalam sambutan

mengatakan, musrembang  tahun ini,diharapkan  mengusulkan 

skala proritas kebutuhan yang sangat mendesak,untuk dimasukan dalam perencanaan di tahun 2022, mengingat banyak program  tahun 2021 belum terealisasi diakibatkan  adanya pandemic  Covic 19,jika ada program yang belum tersusun dalam perencanaan.sebelumnya saya harap untuk di usulkan.kembali kata baharuddin Rabu 6/10/2021.

Menurut  dia,banyak kegiatan dua tahun terakhir ini, tidak terealisasi, hampir semua Dana Desa (DD) di ahlikan ke BLT untuk masyarakat.

Baik dalam bentuk penanganan Covic, maupun pemulihan ekonomi.sehingga kegiatan, pembangunan, pembedayaan,dan beberapa program terhambat.

bahkan ada diantaranya banyak

masyarakat kecewa kepada Pemdes Tallangbalao dengan menyalurkan aspirasi melalui sosial media. pada hal kami selaku pemerintah Desa.tidak bisa berbuat banyak atas adanya regulasi  Kemendes.”Jelas Baharuddin dalam sambutan. 

Musrembang Desa Tallanbalao di laksanakan di Aula kantor Desa, turut hadir pada acara tersebut 

Kadis PMD Kabupaten Majene, Sekcam Tamerod’o,Babimkantimas,

Pendamping Desa P3MD ,Ketua BPD bersama Anggotanya,Aparat Desa,Bidan Desa,dan Penyuluh.pertanian.

Sementara itu,Kadis PMD Andi Chareani.S.Si.MM., Mengatakan jika ada usulan masyarakat tidak terakomodir pada tahun anggaran sebelumnya, diharapkan  tahun 2022 bisa terealisasi. Terutuma yang dianggap urgensi mendesak. jika ada  satu program lolos dalam setiap tahun anggaran, tergantung delegasi  setiap desa pada musrembang tingkat Kecamatan dan kabupaten.kepala Desa,ketua PBD harus proaktif  mengawal terus program usulan sampai pada penetapan hasil musrembang.

“Ungkapnya.

Dikatakan pula, program yang menjadi skala Proritas  disampaikan kepada Anggota DPRD dari Dapil II untuk mengawal aspirasi dari wilayah pemilihanya. sangat disesalkan jika setiap program dari dapil II,tidak bisa terealisasi pada setiap tahun Anggaran, 11 kursi dari Sendana yang berhasil lolos pada pemilu 2019 lalu, menjadi wakil rakyat di legislatif yang bisa namun aspirasi.Jika tidak merospon usulan sebagai Aspirasi rakyat, seharusnya jangan di pilih lagi pada pemilu berikut.”Kata Chaerani.

Dia berharap,  musrembang di Tallanbalao bisa menghasilkan usulan yang lebih berpihak kepada kesejatraan masyarakat.seperti jalan Desa sebagai proritas utama diusulkan 

Di tempat yang sama Ketua BPD Hirman lebih menyoroti persoalan hasil musrembang setiap tahun di laksanakan, banyak usulan tidak terealisasi hingga masyarakat kurang merespon ketika mereka diundang sebagai peserta.bahkan dianggap hanya menghabiskan energi.pasalnya Jalan Desa setiap tahun diusulkan musrembang namun tidak terealisasi.” Ujarnya.

(Wahid).

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Pengadilan Agama Belopa Tangani 592 Perkara Tahun Ini

Sebar Video Syur Anak Dibawah Umur, Polisi : Pelaku Dijerat Dua Pasal

BREAKING NEWS: KPK Geledah Kantor Biro Pengadaan Barang/Jasa Sulsel