LINTAS SULAWESI
Hukrim News

Masuki Wilayah SAD, Diam-Diam Tim Kejagung Selidiki Areal Perusahaan Tambang di Kabupaten Tebo

Masuki Wilayah SAD, Diam-Diam Tim Kejagung Selidiki Areal Perusahaan Tambang di Kabupaten Tebo
Tim Kejagung Saat Melakukan Pemeriksaan di Aula Kantor Kejari Tebo/Foto dokumentasi Lintassulawesi.com

Lintassulawesi.com- Tim dari Kejaksaan Agung (Kejagung) turun ke Kabupaten Tebo. Menurut informasi tim Kejagung tengah menyelidiki areal perusahaan tambang batu bara yang bersinggungan langsung dengan lahan permukiman Suku Anak Dalam (SAD) di desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.

Terkait hal itu sejumlah pejabat seperti Kepala dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Eko Putra dan Kadis Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Tebo Alwis, hadir di kantor Kejaksaan negeri (Kejari) Tebo, Jum’at (8/10/2021).
Pantauan media ini, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) pada Dinas kehutanan (Dishut) Provinsi Jambi wilayah timur dimintai keterangan oleh Tim Kejagung dikantor Kejari Tebo.
Begitu pula Kepala desa (Kades) Muara Kilis Sofwata Rahman bersama Tumenggung Apung dan warga Suku Anak Dalam (SAD) mengaku memenuhi undangan untuk hadir ke kantor Kejari.

Tak hanya itu dua perusahaan tambang batu bara yakni Batanghari Energi Prima dan Bangun Energi Perkasa juga hadir di kantor Kejari Tebo.
Kepala Kejari Tebo Imran Yusuf di dampingi Kasi Intelijen Ari Chandra Pratama, kepada Lintassulawesi.com mengklaim pada Jum’at (8/10/2021) ada kegiatan silaturahmi antara Yayasan ORIK dengan pihak perusahaan yang mempunyai wilayah operasi dan perizinan di desa Muara Kilis.
Tujuan perusahan tersebut ialah untuk melakukan kegiatan yang bersinggungan dengan wilayah hidup masyarakat SAD khususnya komunitas Tumenggung Apung di Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir.
“Imran memastikan perusahaan yang akan melakukan kegiatan operasi nya di desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi sudah terdaftar,dan bergerak dibidang ekplorasi pertambangan mineral alam,”katanya.
“Sedangkan pihak perusahaan terhadap Yayasan ORIK, lanjut Imran berupaya melakukan pembinaan kemitraan bagaimana melihat sisi positif terhadap perusahaan yang hadir di sana untuk tetap menjaga eksistensi kehidupan dan budaya masyarakat SAD,”pungkas Imran. (ARD)
style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Komitmen Berantas Narkoba, Enam Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Dibekuk Dalam Waktu Semalam

150 Orang Warga Ikuti Vaksinasi di Puskesmas Tigaraksa, Tangerang-Banten

Satresnarkoba Tangkap Dua Tersangka Penyalahgunaan Narkotika di Wonosobo