Macet Parah, Tumpahan Oli dan Sampah Warnai Demo UU Cipta Kerja di Makassar

  • Whatsapp

lintassulawesi.com – Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja (Cipnaker) di Kota Makassar berlangsung hingga malam hari, Selasa (6/10/2020) sekitar pukul 18.50 Wita.

Seperti yang terpantau di Jalan Urip Sumohardjo, tepatnya di samping Masjid Agung 45. Kemacetan yang panjang terjadi di dua arah.

Baik kendaraan dari arah Jalan Perintis Kemerdekaan, maupun dari arah Jalan A.P Pettarani, Kota Makassar.

Deretan kendaraan roda dua dan roda empat berjejer di jalan itu. Bahkan tak sedikit pula yang terpaksa putar arah karena tak tahan dengan kemacetan ini.

Selain itu, terdapat pula tumpahan oli yang membuat pengendara sepeda motor mesti was-was, saat melintas di jalan tersebut.

Bumbuman asap warna hitam pekat dan kobaran api dari ban yang dibakar oleh para massa aksi, juga membuat suasana di jalan itu seakan sudah tidak aman.

Para relawan tampak berusaha mengingatkan pengendara sepeda motor untuk melaju perlahan di jalan itu, khawatir justru itu akan menimbulkan korban jiwa di titik aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja itu.

Aksi demostrasi itu berlangsung sekitar pada pagi hari tadi, hingga pada malam hari ini.

Awalnya massa aksi yang datang adalah dari kalangan mahasiswa, yang berunjuk rasa di depan kantor DPRD Sulsel. Hingga berlanjut pada malam ini di sepanjang Jalan Urip Sumohardjo ini.

Aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel pun dikerahkan untuk mengamankan aksi, yang digelar meski di tengah pandemi Covid-19 ini.

Ribuan personel dikerahkan untuk berjaga-jaga di beberapa titik aksi. Salah satunya di bawah fly over, dan di titik rawan lainnya.

“Ada 1574 personel. Itu tergabung dari beberapa instansi lain. Seperti Polrestabes Makassar, Polda Sulsel dan dibackup rekan-rekan TNI dari Kodim Tabes,” katanya, Selasa (6/10/2020).

Pendekatan persuasif lebih diutamakan agar menghindari gesekan antara massa dengan aparat di lapangan.

Meski begitu, tindakan tegas tidak akan pernah lepas selama para massa melakukan tindakan anarkis, seperti pengrusakan fasilitas umum selama berunjuk gigi.

“Akan tetapi jika ada yang melakukan pengrusakan fasilitas umum atau tindakan anarkis, tentu kita tidak akan tinggal diam,” pungkas Edhy, sapan akrabnya.

Sumber : https://fajar.co.id/2020/10/06/macet-parah-tumpahan-oli-dan-sampah-warnai-demo-uu-cipta-kerja-di-makassar/2/

Pos terkait