LINTAS SULAWESI
Berita

Kejari Kembali Tetapkan Dua Tersangka Kasus Tindak Pidana Korupsi di Kabupaten Jeneponto

lintassulawesi.com – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Jeneponto kembali menetapkan 2 (dua) tersangka kasus tindak pidana korupsi.

Tersangka pertama dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Jeneponto yang berinisial “S” yang diduga melakukan pemotongan gaji sertifikasi guru Tahun Anggaran 2020 dengan jumlah total sebanyak Rp 130.000.000,-.

Sedangkan tersangka kedua dari RSUD Lanto Dg. Pasewang yang berinisial “MS” yang diduga melakukan penyelewengan anggaran Konsumsi Makan Minum pasien dan petugas sebanyak Rp 800.000.000,- tahun anggaran 2016.

Kedua tersangka MS dan S diperiksa di Ruang Penyidik Kejari Kabupaten Jeneponto pada Jum’at (04/12/2020) oleh Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Ardy Riady bersama Kasi Intel Indraswaty dan Kasi Datun Hafis Muhardi selama kurang lebih 5 jam.

Kasi Pidsus Kejari Jeneponto, Ardy Ryadi dalam konferensi persnya yang didampingi Kasi Intel dan Kasi Datun menjelaskan terkait tersangka S dari Disdikbud Jeneponto bahwa, “tersangka S merupakan Bendahara dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto, dengan adanya dugaan  pemotongan dalam penyaluran dana sertifikasi guru Tahun Anggaran 2020 yang mengakibatkan kerugian negara yang bekisar Rp 130.000.000,- maka pihak Kejari Jeneponto menetapkan S sebagai tersangka tindak pidana Korupsi,” papar Ardy Ryadi.

Ardy Ryadi menambahkan bahwa,  “nominal potongan yang dilakukan tersangka S terhadap setiap guru itu bervasriasi, kami hanya bisa mengungkapkan jumlah totalnya yang berkisar Rp 130.000.000,- dan atas kasus tersebut, tersangka S terancam hukuman penjara selama 20 (dua puluh) tahun,” terangnya.

Selain itu, untuk tersangka lainnya kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, namun untuk saat ini baru satu orang tersangka, nanti setelah persidangan dan terungkap fakta hukum baru, kemungkinan akan ada tersangka lainnya,” jelas Ardy Ryadi.

Sedangkan tersangka “MS” yang juga menempati posisi sebagai Bendahara keuangan di RSUD Lanto Dg. Pasewang yang diduga turut andil dalam melakukan penyelewengan anggaran makan minum pasien dan petugas sebanyak Rp 800.000.000,- tahun anggaran 2016.

Tersangka MS bukan satu-satunya oknum yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Anggaran makan minum pasien dan petugas di RSUD Lanto Dg. Pasewang, melainkan sebelumnya, pihak Penegak hukum telah menetapkan 3 (tiga) orang tersangka lainnya.

Tersangka saat itu sebagai bendahara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang dan hasil penyelidikan Kejaksaan Negeri Jeneponto menemukan bukti yang mengarah terhadap pelaku sehingga ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi anggaran belanja makan minum pasien dan petugas jaga malam pada RSUD Lanto Daeng Pasewang (Latopas) yang mencapai Rp 800 juta,” jelas Ardy Ryadi.

Tersangka (MS) ditetapkan setelah kasus ini dikembangkan dan dari hasil penyelidikan kasus tersebut, penyidik Kejaksaan Negeri Jeneponto menemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi anggaran belanja makan minum pasien dan petugas jaga malam pada RSUD Lanto Daeng Pasewang (Latopas) yang mencapai Rp 800 juta. Sebelumnya penyidik Kejari Jeneponto telah menetapkan 3 orang tersangka dan sudah di jatuh vonis hukuman,” lanjutnya.

Oleh karena kasus tindak pidana Korupsi yang menjeratnya dan menimbulkan kerugian negara sebanyak Rp 800.000.000,-, tersangka MS terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup,” ungkap Ardy Ryadi.

Situasi di Kejari Jeneponto saat kedua tersangka hendak dibawa ke Rutan Kelas II B Jeneponto.

Jadi, Kedua tersangka ini mempunyai peran yang sama pada instansi yang berbeda yaitu sebagai bendahara. Tersangka MS sebagai bendahara di RSUD Lanto Daeng Pasewang sedangkan tersangka S sebagai bendahara pengeluaran di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto.

Tersangka MS terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup dan tersangka S terancam penjara maksimal 20 (dua puluh) tahun.

Dari pantauan wartawan cakrawalainfo.id, kedua tersangka dalam hal ini MS dan S setelah dilakukan pemeriksaan langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kabupaten Jeneponto.

Sumber : https://cakrawalainfo.id/kejari-kembali-tetapkan-dua-tersangka-kasus-tindak-pidana-korupsi-di-kabupaten-jeneponto/

Related posts

BNN Palopo Ringkus 5 Orang, Satu Diantaranya Oknum Kades di Lutra

Polisi Tangkap 2 Perusak Pipa Pansimas di Jeneponto

Loloskan Pelaku Perjalanan Tanpa Rapid Test, 5 Tukang Ojek di Palu Ditangkap