LINTAS SULAWESI
NASIONAL

Kasus ‘Mafia’ Tanah Sudah Diambang Pintu, GEPAK Geruduk Dan Minta Segel Indogrosir Sudiang Makassar

Makassar-lintassulawesi.com– Maraknya Kasus tanah di Indonesia sudah di Ambang pintu dan ini merupakan atensi serius terhadap jendral pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.

Upaya ini sejalan dengan instruksi dari Presiden RI Joko Widodo yang fokus untuk memberantas praktik mafia tanah di Indonesia.

Namun berbagai kasus tanah terus bermunculan di Tanah Air seperti Kasus terkini hadir di kota Makassar Sulawesi Selatan yang sedang hangat diperbincangkan adalah tanah yang berdiri di pusat perbelanjaan ternama di Indonesia yaitu Indogrosir di Makassar.

Ada sejumlah titik yang berada di sekitar wilayah Indogrosir menjadi lahan yang bermasalah dikarenakan ada indikasi diduga pemalsuan berkas tanah yang beberapa kali diperjual belikan dan pindah tangan tanpa sepengetahuan sang pemilik alias ahli waris.

tanah yang diperkirakan dibeli oleh pihak Indogrosir di tahun 2014 silam itu diduga memakai surat-surat palsu yang ditandai dengan adanya pembatalan sertifikat dari Polrestabes Makassar.

Pasalnya Sejumlah aktivis seperti Gerak pencari hak dan keadilan dimana Jend lapangan yang dinahkodai sebut Bung indar turun aksi terkait tuntutan dengan nyatakan sikap ” berantas mafia tanah dinegeri ini,” terangnya.

Indar dalam suara nada kerasnya mengatakan bahwa gerakan ini sebagai bentuk gerakan aksi damai jilid 1 dengan menghadirkan massa aksi +_300 orang dari berbagai elemen  dengan memiliki beberapa point tuntunan diantaranya mendesak pihak Indogrosir untuk segera menyelesaikan dan verfikasi faktual terhadap sang ahli waris dan sesegera mungkin mengosongkan Indogrosir,”tegasnya.

“kami pun akan kembali lagi dengan kekuatan massa yang lebih besar apabila pihak terkait tidak sesegera mungkin mengindahkan pernyataan sikap kami”ungkap Bung indar.

Sesuai pantauan awak media Disisi lain hari ini massa aksi dari GEPAK telah berhasil menduduki bahkan menutup Indogrosir untuk sementara waktu dan telah melakukan pemasangan papan bicara sebagai pemilik tanah ahli waris, Rabu,1/12/21.

Tuntutan aksi kali ini pihak ahli waris datang meminta kepada pihak Indogrosir agar menyerahkan kembali hak atas tanahnya dengan membawa barang bukti kepemilikan yang sudah di koordinasikan ke pemerintah setempat yang terkait dan menantang pihak terkait untuk verifikasi berkas kepemilikan

Hingga berita ini ditulis belum ada upaya Indogrosir selesaikan tuntutan ahli waris.

Laporan : Red

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Kematian Bos Coto di Gowa Belum Terungkap, Putrinya Mengadu ke PBHI Sulsel

Toddopuli Indonesia Fokus Awasi Sejumlah Proyek

Bakti Alumni UWKS Berikan Sembako Pada Karyawan Dan Mahasiswa Berprestasi