Dituding Pihak Ketiga, Bidan Nur : Saya Hanya Suplay Material, Itu Proyeknya Aswin

  • Whatsapp

Luwu Timur – Terkait Pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun Wanga Desa Kasintuwu atau Tengku Moino diduga dikerjakan asal jadi.

Nasmasriati atau Bidan Nur yang diduga sebagai pihak ketiga mengerjakan proyek ini disangkali.

Dalam pesan singkatnya via whatsaap, Bidan Nur mengatakan bahwa proyek pengerjaan jembatan tersebut dikerjakan rekannya diketahui bernama Aswin.

“Tabe, tolong kita hubungi yang punya pekerjaan karena saya hanya bantu suplay material batu, pasir lalu juga excavator saya yang disewa. disitu yang punya pekerjaan pak Aswin”beber Bidan Desa Kasintuwu ini. Kamis, 20/8/2020.

Sebelumnya diwartakan, Proyek Jembatan bernilai 423 juta yang bersumber dari APBD Tahun 2019 tersbeut dikelola oleh pihak ketiga Dari CV. Anatasia.

Dimana untuk durasi tempo pengerjaan terhitung dari Bulan Agustus 2019 dan harus diselesaikan pada Bulan Januari Tahun 2020 kemarin.

Alhasil, dari fakta dilapangan yang dilakukan tim investigasi media ini saat mendatangi lokasi jembatan sangat miria.

Bagaimana tidak, jembatan yang masih seumur jagung yakni dua bulan kini mengalami kerusakan.

Sisi sayap jembatan sudah rusak dan bagian kaki-kaki jembatan sebagai penopang berlubang tergerus air. Dan dipastikan hal ini mengancam keselamatan warga karena jembatan tersebut merupakan akses warga untuk beraktifitas sehari-harinya.

Ditemui dilapangan, salahsatu tokoh masyarakat sekitar yang enggan disebutkan namanya ini mengungkapkan pembanguna jembatan tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Kalau diliat dari kualitas dan kerusakan jembatan yang masih berumur dua bulan ini, kami menduga tidak sesuai spesifikasi pak. Masa jembatan baru dua buoan sudah rusak begini,”paparnya. Rabu, 19/08/2020

Sementara tukang yang mengerjakan jembatan tersebut mengungkapkan proses jembatan ini sedang dalam perbaikan.

“Kalau untuk perbaikan sayapnya yang runtuh kami yang kerjakan, tapi kalau lubang kaki-kaki jembatan bukan kami. Karena kontrak kerja dengan kami hanya sebatas sayap saja,”beber pria yang juga enggan disebutkan namanya ini.

Warga pun berharap agar pemerintah dalam hal ini dinas terkait diminta untuk meninjau langsung lojasi tersebut sebagai bentuk menjawab keluhan masyarakat

Disisi lain, Kepala Bidang Bina Marga PU Kabupaten Luwu Timur, Syahril Syahruddin saat ditemui diruang kerjanya memgatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti apa yang telah terjadi dilapangan.

“Kami akan tindaklanjuti dan persoalan ini saya akan tanyakan langsung ke PPKnya pak Iswanto karena saya baru berdinas dikantor ini,”ujar Syahril.

Usai dikonfirmasi dengan Syahril, salah seorang pegawainya menerangkan bahwa pekerjaan tersebut adalah hasil pengerjaan pihak ketiga dan pihak ketiga tersebut mengarah kepada Nasmasriati atau Bidan Nur yang sejauh ini diketahui berprofesi sebagai bidan desa dan nyambi sebagai kontraktor.

Hingga berita ini diwartakan tim investigasi telah mencoba melakukan komunikasi dengan Bidan Nur selaku pihak ketiga, namun hasilnya masih nihil. (Tim***)

Pos terkait