LINTAS SULAWESI
Dunia Eropa Kiprah Perempuan LINE: Berita

Diplomat Swiss Terpilih Sebagai Perempuan Pertama yang Jadi Presiden Palang Merah

Diplomat Swiss Terpilih Sebagai Perempuan Pertama yang Jadi  Presiden Palang Merah


Palang Merah Internasional, Kamis (25/11), mengatakan, seorang diplomat Swiss bernama Mirjana Spoljaric Egger akan menjadi presiden berikutnya organisasi itu. Ini pertama kalinya seorang perempuan terpilih untuk memimpin organisasi tersebut.

Spoljaric Egger, yang saat ini menjabat sebagai Asisten Sekretaris Jenderal di Program Pembangunan PBB (UNDP), akan menggantikan Peter Maurer sebagai presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) ketika ia mengundurkan diri September mendatang, kata organisasi itu dalam sebuah pernyataannya.

Maurer, yang akan mengakhiri jabatannya setelah 10 tahun bertugas, memuji penunjukan itu, dengan mengatakan bahwa Spoljaric Egger akan “membawa visi strategis, pengalaman internasional yang kuat, dan latar belakang diplomatik yang luas ke dalam peran tersebut.”

“Ia adalah pemimpin yang ulung, dan saya yakin ia akan menjadi pejuang yang kuat dan penuh kasih bagi orang-orang yang terkena dampak konflik bersenjata dan kekerasan,” katanya.

Spoljaric Egger mengatakan jabatan tersebut  adalah suatu kehormatan besar dan tanggung jawab besar dari sebuah organisasi yang telah lama dikaguminya karena misi globalnya yang menginspirasi dan vital.

“Saya akan berusaha mengarahkan perhatian terhadap kebutuhan kelompok-kelompok yang paling rentan dan memastikan tim-tim ICRC menjalankan tugas mereka yang sangat berdampak dalam situasi-situasi  konflik di berbagai penjuru dunia.”

Spoljaric Egger sebelumnya menjabat sebagai kepala divisi organisasi internasional dan PBB Kementerian Luar Negeri Swiss.  Ia pernah menjabat sebagai diplomat Swiss di Bern, Kairo dan New York.

Ia juga pernah bekerja untuk badan PBB yang melayani urusan pengungsi Palestina, UNRWA.

Ibu dua anak yang sudah menikah ini belajar di Universitas Basel dan Universitas Jenewa, dan memegang gelar master dalam bidang filsafat, ekonomi dan hukum internasional. [ab/uh]

 

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Petani Kota Ambil Peran Dalam Pangkas Emisi Gas Rumah Kaca

Yunani: Tragedi di Laut Aegea Soroti Kelemahan Kesepakatan Uni Eropa-Turki

Dirjen Bimas Hindu : Kerja Sama Bilateral Indonesia-India Dalam Program Pendidikan Dan Penelitian