LINTAS SULAWESI
Daerah Hukrim

Diduga Lenyap, Ratusan Juta DD Lubuk Kayu Aro Terkesan Ditelan Bumi

Lintassulawesi.com, Bungo – Dugaan kasus penyimpangan Dana Desa (DD), dusun Lubuk Kayu Aro, Kecamatan Rantau Pandan sampai saat ini terkesan lenyap ditelan bumi. Pasalnya dana desa anggaran 2021 dikabarkan sudah banyak dicairkan oleh almarhum datuk Rio setempat semasa dia masih hidup.

Terkait hal tersebut, Pjs Rio dusun Lubuk Kayu Aro, Sirojudin saat dijumpai awak media beberapa waktu lalu menceritakan bahwa pihaknya kewalahan untuk merealisasikan pembangunan yang ada di dusun tersebut.

“Gimano caronyo kami mau menyelesaikan semua ini, sedangkan dananya tidak ada. Kabarnya sudah dicairkan oleh mantan Rio. Sampai sekarang dana yang sudah dicairkan itu tidak tau dimana keberadaannya,” ujar Sirojudin.

Pjs Rio Lubuk Kayu Aro mengaku akan menyelesaikannya dengan cara persuasif dengan keluarga almarhum datuk Rio.

“Kami bersama pak Camat akan melakukan pendekatan dengan istri dan keluarga almarhum Rio,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Pjs Rio, Sirojudin, kala itu dia juga meminta kepada awak media untuk tidak memberitakannya, karena instruksi dari camat dia akan menyelesaikan secara persuasif dengan cara mediasi dengan keluarga mantan Rio.

Dia juga mengakui, bahwa dugaan penyimpangan DD pada kegiatan fisik rehab jembatan, pembangunan kantor desa dan rabat beton yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah itu hingga saat ini entah dimana keberadaan uangnya.

“Masalah dana yang sudah dicairkan oleh almarhum datuk Rio kemarin itu, kami dari unsur Pemdus sudah berupaya dengan pihak keluarga, namun dak ado upaya atau itikat baik dari keluarga almarhum untuk menyelesaikannya. Kini hasil keputusan sudah kami serahkan kepada pak Camat untuk mencari selusinyo,” ujar Pjs Rio, Sirojudin, Senin (11/10/2021).

Terpisah, bahasa warga setempat mengatakan, bahwa BPD, Pjs Rio dan Camat hanya jalan ditempat, diibaratkan macan ompong dan terlihat diam saja terkait masalah anggaran dusun Lubuk Kayu Aro yang masih misterius itu.

“Sudah ada beberapa kali rapat, aliran dana jelas kemana perginya. Malah Camat minta sabar akan dilakukan mediasi. Faktanya sampai sekarang tidak ada penyelesaiannya,” ujar warga yang minta namanya tidak ditulis.

“Bahkan rapat BPD terakhir, jelas bendahara desa mengakui kemana arah uang negara ratusan juta tersebut. Bahkan camat menyarankan diselesaikan dengan hukum adat. Bahasa camat, memperkuat dugaan kami, persoalan ini sudah berjamaah,” tegas sumber.

Sumber juga menceritakan, melihat hasil rapat BPD dan Pemdus pada hari Rabu 29 Oktober 2021 lalu, di kantor Rio, kaur keuangan desa telah mengakui, anggaran DD sudah dicairkan, hanya saja uang tersebut di ambil langsung oleh Rio (M. Juli) kala itu.

“Artinya dana perbaiki jembatan gantung yang diserahkan warga dan kegiatan lainnya anggarannya sudah cair. Bahkan perangkat desa sampai sekarang dakdo gajian selama 7 bulan. Kok dak ado yang berani bersuara,” kesal sumber.

Atas kasus ini, ditengah masyarakat sudah mulai banyak yang bersuara dan meminta agar Bupati mengantikan Pjs Rio, meminta BPD dan anggota mengundurkan diri dan penegak hukum segera mengusut tuntas aliran dana yang masih misterius didusun Lubuk Kayu Aro tersebut. (ST)

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Praporprov, Tim Putra Basket Luwu Akan Hadapi Bone di Babak Knock Out

Perjuangkan Beasiswa, Aksi IPPM Pangkep Diduga Mendapat Perlakuan Buruk

Musda Inkonstitusional, PAO PB HMI surati BADKO HMI Jambi