LINTAS SULAWESI
NASIONAL

Di Desa Lakawali Pantai, Pupuk Bersubsidi Bebas Diperjual Belikan

Hosting Unlimited Indonesia

Lintassulawesi.com–Luwu Timur – Pupuk bersubsidi yang seharusnya sebagai wadah mempermudah petani. Dimana pengadaan dan penyalurannya mendapat subsidi dari pemerintah untuk kebutuhan petani yang dilaksanakan atas dasar program pemerintah.

Namun lain hal, di daerah Luwu Timur tepatnya di Dusun Podoml Makmur Desa Lakawali Pantai Kecamatan Malili, Luwu Timur. Pupuk bersubsidi tersebut malah diperjualbelikan dengan bebas.

Dari data yang dihimpun media ini, dua orang warga diketahui bernama Rustam Dan Azis yang berprofesi sebagai penambak ikan (empang) kepergok membeli Pupuk bersubsidi. Keduanya pun tak terdaftar dalam kelompok tani yang ada didaerah tersebut.

Tak main-main, sebanyak 20 sak ia dapatkan dengan bandrol Rp 120 Ribu perSaknya.

“Dua Puluh sak pak saya diantarkan, saya belinya Seratus Dua Puluh Ribu perSaknya. Saya beli di pak Otto kalau nama usahanya Toko Yusril,”beber Rustam saat diwawancarai melaluu via telepon genggamnya. Rabu, 19/8/2020.

Sementara, Otto selaku penjual menerangkan bahwa dirinya mengakui jika ia menjual pupuk bersubsidi tersebut diluar dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK).

Otto mengakui dengan alasan jika menjual pupuk diluar rdkk dengan alasan petani lambat mengambil pupuk yang disediakan.

“Iya memang saya menjualnya diluar RDKK,”Timpalnya.

Diketahui, Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) adalah rencana kebutuhan kelompoktani untuk satu musim tanam yang disusun berdasarkan musyawarah anggota kelompoktani. meliputi kebutuhan benih, pupuk, pestisida, alat dan mesin pertanian serta modal kerja, untuk mendukung pelaksanaan RDK yang dibutuhkan oleh petani.

Disisi lain, warga yang enggan disebutkan namanya meminta agar pihak dinas terkait dan Aparar Penegak Hukum menindaklanjuti persoalan ini.

“Ini tidak bisa dibiarkan pak, dinas terkait dan kalau perlu penegak hukum harus tindaki kasus ini karena ini sudah merugikan petani dan negara,”cetusnya. (idul***)

Related posts

Petani di Jeneponto Nekat Minum Racun hingga Tewas, Ini Dugaan Penyebabnya

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan Hari Ini

Gubernur Ehime Jepang Akan Kunjungi Sulawesi Selatan

Hosting Unlimited Indonesia