LINTAS SULAWESI
Berita

Buntut Penebangan Pohon di Lapangan Bikeru, Camat Sinjai Selatan Diminta Dicopot

Lintassulawesi.com – Protes yang dilakukan oleh Warga Sinjai Selatan dengan adanya penebangan Pohon Mahoni di Lapangan Bikeru 1 kecamatan Sinjai Selatan, kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Minggu (18/4/2021) kemarin berbuntut panjang. Kali ini sejumlah Tokoh Masyarakat menyayangkan dugaan tidak adanya koordinasi oleh Pemerintah Kecamatan sebelum penebangan dilakukan.

Sehingga membuat adanya riak di Masyarakat yang berujung aksi protes. Tokoh Masyarakat Sinjai Selatan, Ihwan Andi Usman mengatakan jika seharusnya pihak Pemerintah Kecamatan mampu meminimalisir adanya keluhan dari Warganya. Ketua BPD Sinjai ini menuturkan seharusnya mengedepankan Musyawarah jika akan melakukan kegiatan, termasuk penebangan pohon yang memang ditanam oleh Warga setempat.

“Kalau seperti ini, maka kami minta Bapak Bupati Sinjai Evaluasi Camat Sinjai Selatan, kalau perlu mundur dari jabatannya jika hal-hal seperti ini terjadi dikarenakan tidak adanya komunikasi yang baik dengan Warganya,” bebernya.

Terpisah, Camat Sinjai Selatan, Agussalam menampik jika tidak dilakukan Musyawarah dengan Warga sebelum dilakukan Penebangan Pohon itu. Dia membeberkan mengenai Penebangan Pohon pihaknya sudah membicarakan dengan beberapa Tokoh Masyarakat, Kepala Lingkungan, Ketua RT dan seluruh unsur yang terkait.

“Kami Sudah merencanakan dari awal untuk melaksanakan penanaman Pohon di sekitar Lapangan Bikeru 1 dan Besok (20/4) akan dilaksanakan Penanaman Pohon bersama TNI, POLRI, serta unsur-unsur yang terlibat,” terangnya.

Sebelumnya, aksi protes ini sempat menyebar di Media Sosial akan adanya penebangan Pohon Mahoni di di Lapangan Bikeru 1 kecamatan Sinjai Selatan, kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Minggu (18/4/2021) kemarin. Aksi protes itu juga terlihat dalam sebuah Video yang beredar di Media Sosial Facebook dan WhatsApp, seorang Pria belakangam diketahui bernama Andi Feri mempertanyakan fungsi aparat TNI dan Polri, Lurah serta Camat Sinjai Selatan.

“Apa fungsi, apa maksud dan tujuannya menebang pohon disini, peruntukannya untuk siapa,” tanya Andi Feri.

Lanjut dikatakannya, bahwa pohon Mahoni ini bukan bantuan pemerintah akan tetapi ini adalah Swadaya masyarakat untuk taman Lapangan Sepak Bola dan sekaligus pohon pelindung.

“Harusnya pemerintah setempat melindungi bukan menebang sewenang-wenangnya tanpa sepengetahuan kami selaku warga setempat,” ungkapnya.

Warga setempat mengatakan, pohon Mahoni ini sangat bermanfaat buat masyarakat selain buahnya diambil untuk obat juga sebagai tempat bernaung.

Related posts

Oknum Pengacara di Bulukumba Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan

Wakil Ketua DPRD Sulbar: Sulawesi Barat Masih Perlu Menata Sumber Pendapatan

Identifikasi Dampak Kerusakan Gempa Sulbar Diminta Dipercepat

Hosting Unlimited Indonesia