LINTAS SULAWESI
Berita EKOBIS Kabar Gowa Kabar Makassar Regional

Bahar Razak: Lindungi Kelompok Tani Patuku

Apa Benar Istilah PPKM Berlaku di Sulawesi Selatan?

Lintassulawesi.com, Makassar – Kisruh yang berkepanjangan di Dusun Patuku, Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, dapat berdampak buruk bagi integritas aparat pada umumnya.

Hal iti disampaikan Ketua Umum Badan Peneliti dan Pengkaji Peraturan Perundang-undangan, Muh Bahar Razak kepada media ini di Makassar, Minggu (10/10).

“Akibatnya dapat  mengancam nyawa para petani hanya karena pembiaran atau kelalaian dari aparat pemerintah setempat,” kata Bahar Razak.

Lanjut dikatakan, para kelompok Tani Patuku akhir-akhir diresahkan oleh beberapa Oknum yang datang  lalu merusak hasil tani warga Patuku dengan cara layaknya preman yang telah  menebang dan meratakan dengan tanah seluruh hasil tani Patuku.

“Ketua kelompok Tani Patuku, Abd Gani atau yang dikenal dengan Dg Ganing yang telah menyurati Gubernur, Pangdam Hasanuddin, Kapolda, bupati Gowa, dinas Kehutanan dan di tembuskan pula kepada beberapa Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat,” ujar dia.

“Dimana menurut pandangan saya, dari Dokumen yang di sertakan para Petani Patuku selama ini telah melaksanakan sesuai Program Pemerintah melalui Program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL) di patuku,” tambah Bahar.

Untuk itu, kata Bahar, sejogyanya para petani maupun kelompok Tani Patuku dilindungi oleh Pemerintah Daerah. Sebab, lahan yang menjadi objek rehabilitasi adalah merupakan Tanah Negara yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan tanah-tanah rincik yang selama ini di akui oleh mafia-mafia tanah.

“Adapun jika kelompok itu merasa memiliki rincik yang dimaksud, dan untuk membuktikan kebenaran dari rincik itu, mengapa tidak digugat saja para petani itu ke pengadilan?,” imbuh dia.

“Saya berharap ada perhatian Pemerintah daerah, khususnya pemerintah Kabupaten Gowa untuk turun melihat warga Patuku yang saat ini sedang dalam ancaman Para mafia tanah, dimana kedatangannya  berpuluh-puluh orang lalu mereka bertindak dengan cara-cara tidak sesuai dengan budaya dan  kultur masyarakat Gowa yang datang hanya merusak Tanaman Para Petani dimana kondisi saat ini   para petani terpaksa mengungsi ke dalam Hutan karena merasa ketakutan,” pungkas Bahar Razak.

Laporan: AAN
Editor: Ahmad

The post Bahar Razak: Lindungi Kelompok Tani Patuku appeared first on Simpul Rakyat.

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Kronologis Sepupu Saling Bertabrakan di Bulukumba, Satu Tewas

Tim KPK Geledah Kantor PUTR Sulsel, Bagaimana dengan Rujab Gubernur?

Kelakuan Terlalu Eks Wakil Rakyat saat Mobil Dinas Enggan Dikembalikan