LINTAS SULAWESI
Pemkab Lutim Pencemaran lingkungan Pertambangan SOROT

Air Keruh dan Berlumpur, Abd Rauf L: Buaya Sungai Saja Tidak Tahan


Lintassulawesi.com,LUTIM – Buaya – Buaya di aliran Sungai Malili sudah sering menampakkan diri sejak kondisi air keruh dan berlumpur akibat adanya aktifitas tambang yang mencemari Sungai. 

Seperti penampakan seekor buaya pada malam hari di area Jembatan Sungai Malili, Kabupaten Luwu Timur. Jumat (20/11/2021), menarik perhatian warga, baik yang melintas maupun yang bermukim disekitarnya.

Menurut salah satu aktivis, Abdul Rauf Ladewang, sejak lama penampakan Hewan Reptil tersebut tidak terlihat oleh warga di Sungai Malili namun sejak kondisi air tercemari, Hewan Reptil itu kerab menampakkan diri.

“Mungkin karena habitatnya terganggu, sungai Malili sudah keruh dan terjadi pendangkalan yang bercampur ore tanah sehingga buaya ini seolah-olah memberikan kode dengan menampakkan diri,” tulis Abdul Rauf Ladewang 

Buaya merupakan reptil yang hidup di air. Buaya salah satu dari 23 jenis spesies hewan amfibi yang umumnya berukuran besar dan termasuk hewan karnivora atau hewan pemakan daging.

“Selamatkan Lingkungan Alam Sekitar Kita,Selamatkan Sungai Malili. Buaya saja tidak tahan dengan Kondisi Air Keruh dan Berlumpur apa Lagi Manusia,” kata Rauf.

Laporan: Haeruddin

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Pilkades Puncak Indah Di Ikuti 5 Calon Salah Satunya Pemuda, Siap Membangun Puncak Indah

Rokok Dengan Pita ‘Palsu’ Beredar di Pasaran, Lsm Kaji: Pihak Terkait Segara Bertindak

BBG Dan RTH Dibangun Menggunakan Dana CSR Perusahaan Di Lutim,Pospera Minta Masyarakat Kawal