LINTAS SULAWESI
Berita

Abrasi Rusak 5 Rumah di Desa Baruga Bantaeng, Warga Minta Tanggul, Pemkab: Tidak Semudah Itu

lintassulawesi.com – Abrasi terjadi di pesisir pantai Dusun Baruga, Desa Baruga, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Minggu (31/1/2021).

Abrasi mengakibatkan lima rumah warga mengalami kerusakan berat hingga nyaris ambruk.

Dengan adanya kejadian yang hampir tiap tahun terjadi, warga meminta kepada pemerintah untuk tidak berdiam diri.

Mereka mengharapkan solusi untuk mencegah kembalinya terjadi abrasi yang saat ini sudah merusak dan mengancam puluhan rumah warga lainnya.

“Kami sangat berharap kepada pemerintah yang   terkait agar dapat memberikan solusi dengan membuat tanggul agar tidak lagi terulang kejadian seperti ini. Sekarang sudah rusak lima rumah dihantam ombak,” kata Masdin kepada TribunBantaeng.com, Minggu, (31/1/2021).

Kata dia, warga diperkirakan kerugian yang dialami hingga ratusan juta rupiah.

“Diperkirakan kerusakan rumah yang dialami  mencapai sekitar ratusan juta rupiah,” ujarnya.

Saat ini, Pemerintah Desa Baruga menurunkan alat berat untuk membuat tumpukan batu di wilayah pesisir pantai.

Hal itu dilakukan sebagai solusi sementara untuk menghalau ombak kembali menyapu rumah warga.

“Untuk sementara ini batu ditumpukkan menggunakan alat berat yang dilakukan oleh pemerintah Desa. Tapi untuk jangka panjangnya harus ada tanggul pemecah ombak,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bantaeng, A. Sjafaruddin Magau mengatakan terkait dengan harapan masyarakat untuk dilakukan pengerjaan tanggul atau pemecah ombak tidak langsung bisa dikerjakan.

Menindak lanjuti hal itu, pertama pihaknya bakal melakukan peninjauan dulu di lokasi pesisir pantai tersebut.

Pasalnya, terdapat banyak pertimbangan untuk melakukan pengerjaan.

Apalagi untuk membuat tanggul atau pemecah ombak membutuhkan anggaran yang tak sedikit.

“Pertama kita lakukan dulu peninjauan karena tidak semudah itu untuk langsung dikerjakan. Ada banyak pertimbangan, apalagi anggarannya pasti besar,” tuturnya.

Diketahui, tampak lima rumah warga yang mengalami kerusakan kini sudah tak layak untuk ditinggali.

Pasalnya, sebagian besar bagian rumah mereka sudah hancur disapu ombak.

Bahkan, beberapa tiang rumah sudah tak ada lagi tumpuannya karena pasir yang menjadi lokasi bangunan sudah terkikis.

Abrasi sudah terjadi dalam tiga hari terakhir. Dampak kerusakan yang diakibatkan terparah terjadi hari ini.

style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8551527721222213" data-ad-slot="4052704817">

Related posts

Ketua Forum Kabupaten Sehat Luwu Optimis Raih Swasti Saba Wistara Tahun Ini

Kabupaten Wajo Punya Mal Pelayanan Publik, Bisa Urus Paspor

Oknum Polisi Jadi Pemasok Narkoba ke Bone, Begini Alurnya