6 Mahasiswa Penyerang Polsek Rappocini Ditahan, Penangguhan Ditolak

  • Whatsapp

lintassulawesi.com – Polrestabes Makassar resmi menahan enam orang mahasiswa terkait penyerangan dan pelemparan Mapolsek Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka juga telah dinaikkan statusnya sebagai tersangka.

“Semuanya minta penangguhan. Yang jelas penangguhan ditolak pasti,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Chaerul saat dimintai konfirmasi pada Jumat (16/10/2020).

Dari enam orang yang ditahan tersebut, salah satu di antaranya seorang mahasiswi bernama Sari Wahyuni Labuna (21), yang viral di media sosial terkait pengusung keranda mayat bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani. Namun polisi menegaskan penahanan keenam mahasiswa itu terkait pelemparan Mapolsek Rappocini.

“Itu (mahasiswa) ditangkap di Rappocini. Kalau masalah itu (keranda mayat bergambar Puan Maharani) saya tidak tahu, saya fokus soal Polsek (Rappocini) dilempari,” ujar

Penahanan keenam orang tersebut dilakukan terpisah. Sari Wahyuni Labuna dibawa ke Mapolda Sulsel, sedangkan lima rekannya di rutan Polrestabes Makassar.

“Sekarang enam orang ditangkap, semua ditahan. Sari Labuna dibawa ke Polda, di Rutan Wanita,” tutur Agus.

Agus mengatakan keenam orang itu ditangkap saat datang dan tiba-tiba melemparkan batu ke Mapolsek Rappocini untuk meminta sejumlah rekannya dibebaskan pada aksi unjuk rasa penolakan omnibus law UU Cipta Kerja, Jumat (9/10/2020). Keenam orang itu dijerat dengan pasal penghasutan yang berujung pada penyerangan Mapolsek Rappocini.

“Dia menghasut dan mengajak temannya hingga terjadi pelemparan di Polsek terkait ada temannya ditangkap. Pasal 160 ancaman hukuman pastinya di atas 5 tahun,” kata Agus.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-5216114/6-mahasiswa-penyerang-polsek-rappocini-ditahan-penangguhan-ditolak?_ga=2.45143719.261516918.1602465473-469771034.1594617486

Pos terkait